
Simalungun (Humas) — Semangat juang tinggi tampak terpancar dari wajah para kontingen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Simalungun. Sebanyak dua siswa terbaik madrasah ini secara resmi ambil bagian dalam ajang Kompetisi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan di MTs Balige. Kegiatan bergengsi ini berlangsung sukses dan lancar pada 4 hingga 6 Oktober 2026, diwarnai dengan antusiasme yang membara dari seluruh peserta.
Kehadiran kontingen MAN Simalungun di tanah Toba ini tidak seorang diri. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Simalungun, Dr. H. Bahrum Saleh, M.A., turut hadir secara langsung di lokasi untuk mendampingi dan memberikan dukungan moral kepada seluruh siswa yang berjuang. Di sela-sela peninjauan pelaksanaan ujian, Bahrum Saleh menegaskan pentingnya menjaga mental juara serta fokus dalam mengerjakan setiap soal ujian. Beliau berpesan agar para siswa senantiasa mengerahkan kemampuan terbaik yang mereka miliki. “Berikan penampilan dan usaha yang terbaik untuk madrasah tercinta. Namun, jangan pernah lupakan untuk senantiasa mengiringi ikhtiar ini dengan doa kepada Allah SWT, karena hasil akhir yang gemilang adalah atas ridha-Nya,” tegas Bahrum Saleh menyemangati para peserta.
Senada dengan arahan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala MAN Simalungun, Dianti Kesuma Wahyuni, S.Ag., turut menyampaikan suntikan motivasi yang mendalam. Beliau memberikan perhatian khusus kepada para siswa perwakilan MAN Simalungun agar tetap percaya diri dan optimis menghadapi persaingan ketat tingkat provinsi ini. Dengan penuh pengharapan, Dianti Kesuma Wahyuni memanjatkan doa dan keyakinannya bahwa kerja keras para siswa selama masa pembimbingan akan membuahkan hasil yang manis. “Kami berharap dan berdoa, mudah-mudahan di tahun ini siswa MAN Simalungun dapat menorehkan hasil terbaiknya. Kita ingin mereka kembali menciptakan sejarah gemilang, melampaui batas, dan sukses menembus ajang OMI tingkat nasional,” ungkapnya penuh optimisme.
Perjuangan di MTs Balige memang telah usai seiring berakhirnya rangkaian ujian pada 6 Oktober 2026, namun lembaran harapan baru kini baru saja dimulai. Setiap langkah kecil yang diayunkan oleh kedua siswa MAN Simalungun di ruang ujian tersebut adalah bentuk nyata dari dedikasi, ketekunan, dan mimpi besar untuk membawa nama harum Kabupaten Simalungun ke kancah yang lebih tinggi. Di balik setiap soal yang terjawab terselip doa dari para guru, orang tua, dan seluruh civitas akademika MAN Simalungun yang senantiasa mengalir. Semoga ikhtiar panjang ini berbuah manis, mengantarkan sang wakil madrasah melangkah pasti menuju panggung nasional, serta mengukir tinta emas sejarah baru yang akan membanggakan dunia pendidikan madrasah di Sumatera Utara.(MGB)




