
Simalungun (humas) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Simalungun berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kedisiplinan. Rangkaian ujian yang dijadwalkan berlangsung sejak hari Senin hingga Kamis (29/10/2026) tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas XII dengan tingkat keseriusan yang tinggi di setiap sesinya. Sejak hari pertama pelaksanaan, suasana tenang dan fokus mewarnai setiap ruang ujian. Seluruh siswa tampak bersungguh-sungguh dalam meneliti dan menjawab deretan soal yang diujikan.
Plt. Kepala MAN Simalungun, Dianti Kesuma Wahyuni, S.Ag., memberikan penegasan khusus mengenai pentingnya keseimbangan antara usaha maksimal dan pendekatan spiritual. Beliau mengingatkan seluruh siswa agar tidak melewatkan doa sebelum melangkah dan mengerjakan lembar ujian. “Jangan pernah melupakan doa sebelum memulai ujian. Usaha yang keras harus selalu diiringi dengan memohon kemudahan kepada Allah SWT. Selain itu, saya tekankan kepada seluruh siswa untuk benar-benar serius dan teliti dalam menjawab setiap soal yang ada,” ujar Dianti saat memberikan konfirmasinya.
Senada dengan arahan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Donna Damanik, S.Si., juga memberikan penegasan serupa. Beliau mengimbau seluruh peserta TKA agar memanfaatkan momentum ujian ini dengan sebaik-baiknya tanpa memandang sebelah mata pentingnya evaluasi akademik tersebut. “Jangan pernah menganggap sepele TKA ini. Kerjakan setiap soal dengan benar, fokus, dan penuh rasa tanggung jawab serta sungguh-sungguh,” tegas Donna Damanik memberi motivasi.
Kedisiplinan serta kepatuhan siswa terhadap tata tertib selama empat hari pelaksanaan TKA menjadi bukti kesiapan civitas akademika MAN Simalungun dalam menjaga standar mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Keberhasilan pelaksanaan TKA yang berjalan dengan baik dan lancar ini menjadi cerminan dari komitmen bersama antara pihak madrasah, tenaga pendidik, dan para siswa. Melalui pelaksanaan ujian yang tertib dan bersungguh-sungguh, MAN Simalungun berharap hasil yang diperoleh nantinya tidak hanya sekadar torehan nilai berupa angka di atas kertas, melainkan menjadi gambaran nyata dari pemahaman, pemikiran kritis, dan potensi akademik terbaik yang dimiliki oleh setiap peserta didik.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat melatih kedisiplinan, kejujuran, serta ketahanan mental para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan evaluasi pembelajaran di masa depan. Pihak sekolah menaruh harapan besar agar semangat belajar yang tinggi dan kebiasaan mengawali segala hal dengan doa ini terus melekat dalam diri siswa, sehingga mereka siap melangkah menjadi pribadi yang unggul, berakhlak mulia, serta berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.(MGB)




