SIMALUNGUN (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Simalungun sukses menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh hidmat ini digelar di lapangan utama madrasah pada Kamis (22/10/2026). Bertindak sebagai pembina upacara, Muhammad Gazali Bancin, M.Pd., menyampaikan amanat yang menyentuh dan mendalam bagi seluruh peserta upacara.

Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk senantiasa meneladani semangat perjuangan KH. Hasyim Asy’ari, dalam membela bangsa dan menyebarkan nilai-nilai keislaman. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan pesan moral yang kuat terkait pentingnya keseimbangan antara pendidikan dan spiritualitas. “Ilmu tanpa iman adalah kesombongan, dan iman tanpa ilmu adalah kebutaan,” ujar Gazali Bancin dengan tegas di hadapan ratusan siswa.

Kemeriahan peringatan Hari Santri di MAN Simalungun tidak berhenti pada pelaksanaan upacara bendera saja. Usai upacara resmi, acara dilanjutkan dengan pembukaan pentas seni kreasi siswa yang menampilkan beragam bakat dan kreativitas perwakilan dari seluruh kelas. Wakil Kepala Madrasah (WKM) Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras), Sri Oktaviani, secara resmi membuka kegiatan pentas seni tersebut. Dalam penyampaiannya, beliau mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi aktif seluruh warga madrasah.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terlaksananya kegiatan ini. Mudah-mudahan event ini dapat menambah semangat seluruh siswa dalam menuntut ilmu dan berkarya,” ungkap Sri Oktaviani. Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri 2026 di MAN Simalungun—mulai dari upacara bendera hingga pertunjukan seni—berjalan dengan lancar, tertib, dan meriah.

Peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum krusial bagi seluruh civitas akademika MAN Simalungun untuk memperkuat karakter kebangsaan dan keagamaan. Melalui perpaduan antara renungan perjuangan ulama dan penyaluran minat bakat siswa, MAN Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual, kreatif, serta memiliki kedalaman iman dan akhlakul karimah. Suasana kebersamaan dan antusiasme yang terpancar sepanjang hari itu menjadi bukti nyata bahwa semangat para santri akan terus menyala di dada generasi penerus bangsa.(MGB)